Sunday, June 23, 2013

Komunikasi Pemasaran Sosial dan Politik

Komunikasi pemasaran, sebenarnya bukan hanya ditujukan untuk memasarkan produk atau jasa yang memiliki nilai komersial semata. Tetapi ia juga dapat digunakan untuk memasarkan gagasan ide ide sosial ataupun politik. Komunikasi Pemasaran, kini tak hanya digunakan oleh para pebisnis saja, tetapi juga dimanfaat kan oleh lembaga pemerintah, organisasi sosial maupun partai politik.

Menurut Djasmin Saladin (2001; 123) Komunikasi Pemasaran merupakan suatu aktivitas yang merupakan upaya untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk atau mengingatkan pesan kepada sasaran agar mereka bersedia untuk membeli serta loyal terhadap apa yang ditawarkan tersebut.

Bila kita tengok dalam kehidupan sehari hari, mungkin kita seringkali bersinggungan dengan dengan hal ini. Mungkin diantara kita ada yang pernah menyaksikan iklan layanan masyarakat yang mengajak untuk membayar pajak, cara pemakaianan tabung dan selang Gas dengan baik dan benar atau pun iklan yang mengingatkan mengenai betapa berbahayanya rokok bagi kesehatan. Kedua contoh ini merupakan bagian dari komunikasi pemasaran sosial yang mengirimkan pesan pesan sosial berupa ajakan untuk setuju pada gagasan tertentu dan diharapkan untuk berperan aktif dalam melaksanakan gagasan tersebut

Demikian pula dengan poster poster atau spanduk dari para calon anggota legislatif yang marak di saat PEMILU, itu juga merupakan bagian dari komunikasi pemasaran. Pada intinya isi pesan mereka adalah agar para calon pemilih mengetahui platform kepartaian mereka dan tentunya diharapkan untuk mau mendukung dan memilihi caleg atau partai yang bersangkutan, saat PEMILU tiba. Untuk meyakinkan calon pemkilihnya , bahkan salah satu partai besar pada waktu itu bahkan berani menggulirkan gagasan kontrak politik yang siap menarik anggotanya di dewan bila tak mampu menjalankan amanah partai.

Dengan semakin banyaknya Partai yang ada dan juga semakin banyaknya pribadi yang berminat menjadi Caleg, tentunya bukan hal yang mudah bagi kandidat untuk tampil sebagai pemenang dalam pesta demokrasi ini. Mereka tidak hanya bersaing dengan kandidat dari partai lain, tetapi juga bersaing dengan kandidat dari partainya sendiri.

Intinya, kini komunikasi pemasaran sosial dan politik haruslah direncanakan dengan sebaik mungkin, seperti layaknya komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan perusahaan besar yang memasarkan produknya kepada masyarakat. Para pemasaran sosial dan politik harus mulai memperhatikan prinsip prinsip perencanaan komunikasi pemasaran modern yang antara lain mencakup publik sasaran (target audience), isi pesan, media komunikasi, kompetitor serta waktu komunikasi yang tepat. Kini publik semakin cerdas, mereka mampu untuk memilah dan memilih kandidat secara aktif. Kita lihat betapa banyak komunikasi pemasaran sosial yang dilakukan Pemerintah yang tak diindahkan oleh masyarakat, seperti iklan mengenai kebersihan dan Polusi Udara, nyatanya sampai saat ini sebagian besar masyarakta masih tak peduli terhadap hal ini.

Tanpa perencanaan dan strategi yang tepat, tentunya dana kampanye si caleg akan terbuang percuma. Dari beberapa interview dengan Calon Legislatif, rata rata mereka mengeluarkan biaya sebesar Rp. 250-500 Juta untuk melakukan aktifitas kampanye mereka, jelas hal ini merupakan angka yang tidak sedikit. Salah perencanaan tentunya akan fatal. Di Era Komunikasi ini, adakalanya kemenangan lebih berpihak pada pihak yang menguasai cara berkomunikasi dengan baik ketimbang calon yang tidak menguasai cara berkomunikasi. Kecerdasan dalam memiliki media yang tepat mutlak diperlukan. Kita bisa melihat bagaimana  Jokowi yang bukan saja relatif dibanding bersih ketimbang pihak petahana, tetapi timnya juga sangat piawai dalam berkomunikasi. Banyak pihak mengakui betapa pentingnya peran campaign manager dalam memenangkan kandidatnya. Kemenangan Obama dan Jokowi bisa saja dijadikan contoh sebagai political campaign yang efisien dan efektif.

Nah siapkah anda untuk berkompetisi di kancah pemilihan umum 2014 ?

Marhaban Ya Ramadhan

Menurut perkiraan Bulan Suci Ramadhan akan tiba pada minggu pertama di bulan Agustus 2013.  Meskipun masih satu bulan kedepan, tetapi di layar kaca kita sudah dapat melihat beberapa iklan yang sudah mengankat tema Ramadhan dalam komunikasinya.

Bulan Suci Ramadhan bagi para produsen memiliki 2 sisi. Bagi sebagian produsen bulan ini merupakan titik terendah penjualannya, namun disisi lain ada pula yang merasakan bulan ini sebagai momentum tertinggi volume penjualan tahunannya. Hal demikian memang benar adanya, karena disatu sisi, konsumen yang menjalankan ibadah puasa sudah barang tentu tidak akan mengkonsumsi produk makanan dan minuman selama masa Ramadhan, mulai dari awal subuh hingga maghrib, namun disisi lain, di akhir bulan Ramadhan, akan ada Hari Raya yang biasanya menjadikan konsumen menjadi sangat konsumtif. Sifat konsumtif ini ditujukan bukan hanya untuk produk makanan, minuman saja, tetapi juga produk busana. Bahkan konon tingkat pembelian kendaraan bermotor juga tinggi saat bulan puasa.

Sebenarnya penurunan ini cenderung dirasakan oleh para penjual makanan dan minuman di tingkat eceran ataupun para pedagang kaki lima, karena mereka memang biasanya memang mereka bersentuhan langsung dengan konsumen yang sedang dalam perjalanan.
Kecenderungan semacam ini  juga dirasakan oleh Supermarket/Hypermarket namun hanya pada masa awal bulan puasa saja, dan biasanya penjualan akan kembali normal bahkan akan membludak pada 2 minggu sebelum lebaran.

Bahkan bila kita amati, pihak supermarket tidak segan segan melakukan stok barang tertentu dalam jumlah yang besar awal Ramadhan, guna mengantisipasi Lebaran. Supermarket yang biasanya nyaman menjelang lebaran menjadi sangat padat. Palet Palet besar tumpukan barang stok ada dimana mana. Biasanya lonjakan terbesar terjadi pada makanan ringan seperti Biskuit, Syrup, maupun minuman ringan seperti Coca Cola dan Pepsi Cola. Bahkan para produsen cerdas juga menyiapkan kemasan Ramadhan untuk keperluan bingkisan Ramadhan. Barang barang komoditi seperti Gula
pasir juga menjadi incaran konsumen.

Sementara itu bagi pengusaha restoran siap saji seperti KFC, Hoka Hoka Bento dan MCD, bulan puasa juga menjadi berkah bagi mereka, karena banyak pula tempat makan yang tutup, sehingga siang hari mereka menjadi alternatif bagi konsumen yang tak berpuasa, dan akan menjadi pilihan tempat berbuka puasa. Bahkan biasanya mereka juga menyiapkan paket khusus berbuka puasa dengan tambahan menu kolak ataupun korma.

Disisi lain, bagi pengusaha gerai busana, nampaknya moment ramadhan juga dimanfaatkan sebaik baiknya, coba kita tengok Matahari, tak segan segan akan memasang iklan besar di surat kabar Nasional, mempromosikan koleksi lebaran disertai juga promosi besar besaran. Karena mereka tahu bahwa masyarakat Indonesia memiliki tradisi untuk mengenakan "busana baru" saat lebaran.

Nah, sekarang bagaimana kita menyikapi bulan Ramadhan ini, apakah kita akan menjadi pihak yang merugi karena adanya bulan puasa ini, atau justru kita akan menjadi pihak yang meraup keuntungan untuk oleh adanya bulan puasa ini. Pilihan ada pada kita, tinggal bagaimana kita memilih strategi yang tepat untuk menarik konsumen.

Monday, April 8, 2013

Tips Komunikasi Penting Bagi Institusi Pendidikan

Mengelola institusi pendidikan, seperti sekolah ataupun kursus tidaklah semudah yang dikira banyak orang. Seringkali tuntutan masyarakat terhadap institusi ini melebihi kemampuan pihak pengelola. Namun adakalanya problema timbul karena kurangnya informasi masyarakat terhadap sekolah/lembaga pendidikan yang bersangkutan. Sehingga muncullah opini negatif publik terhadap sekolah tersebut, yang tidak didasarkan pada kenyataan yang ada.Bila hal ini terjadi tentunya akan sangat merugikan sekolah tersebut. Di era informasi seperti ini sesungguhnya semakin terbuka kesempatan bagi sekolah untuk berkomunikasi kepada target audience melalui berbagai cara, mulai dari flyers, website, hingga iklan. Di era ini persaingan antara institusi pendidikan juga semakin meningkat pula.

Dengan demikian, sudah semestinya kini para pengurus Yayasan yang mengelola institusi pendidikan juga mulai menyadari betapa pentingnya peran komunikasi pemasaran dalam membantu pekerjaan mereka sehari-sehari, bukan hanya saat ada masalah, tetapi sebagai suatu aktivitas yang terus menerus mesti dilakukan agar publik atau target market selalu terupdate dengan segala informasi positif terhadap institusi pendidikan yang bersangkutan.

Ada tiga hal mendasar yang harus dilakukan oleh pihak pengelola institusi pendidikan, agar program yang dibuatnya dapat berjalan dengan baik yaitu :

1. Mengetahui secara pasti apa yang sesungguhnya diinginkan oleh target market yang bersangkutan, baik murid ataupun orang tua murid. Hal ini dapat dilakukan melalui suatu riset (research) daalam bentuk tatap muka atau penyebaran angket.Adakalanya rapat terbuka tak memiliki masukan yang berarti, mengingat budaya bangsa kita yang masih menganut ewuh pakewuh. Dalam banyak kasus, banyak orang tua murid yang tak puas lebih senang membicarakan keluhannya diluar forum resmi dari pada menyampaikan keluh kesah melalui forum rapat. Hal ini tentunya akan memiliki dampak buruk, mengingat komunikasi getuk tular negatif, secara pelan pelan dapat menimbulkan citra negatif (baca artikel kami mengenai komunikasi getuk tular pada bulan Juli 2010). Untuk mengatasi kondisi seperti ini, pihak sekolah dapat melakukan penyebaran angket, baik dengan identitas ataupun tanpa identitas. Sehingga individu individu yang tak nyaman dalam berkomunikasi langsung dapat tetap menyampaikan masukannya melalui mekanisme tertulis.
Intinya pihak pengeloal perlu terus membina komunikasi dua arah yang berkesinambungan dengan konsumennya dalam hal ini adalah orang tua murid.

2. Melakukan penggodokan dan konsolidasi dari hasil masukan pada point 1, agar pihak sekolah setidaknya dapat mengakomodasi apa yang diinginkan oleh target market tersebut. Dalam istilah pemasaran sering disebut sebagai suatu product development process. Sebagus apapun produk kalau ternyata tak dibutuhkan dan dianggap tak dapat memenuhi needs and wants konsumennya akan gagal. Untuk itu upayakan agar produk yang akan dijalankan nantinya akan dapat memenuhi kebutuhan target market.Proses penggodokan ini tentunya juga melibatkan pakar pendidikan dan kurikulum, sehingga nantinya program yang diluncurkan selain unggul juga dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

3. Luncurkan program tersebut melalui komunikasi kepada target market, kemukakan benefit apa yang akan diperoleh dengan adanya program tersebut. Sehingga target market tak ragu lagi untuk menyekolahkan anak anaknya disekolah tersebut.Sekolah yang memiliki program unggulan apabila tak dikomunikasikan dengan baik dan profesional akan terlihat biasa biasa saja, namun ada kalanya sekolah yang biasa biasa saja namun mampu menarik minat banyak orang tua dan siswa karena kemampuan mengemas komunikasi secara profesional. Dalam berkomunikasi juga hindarkan kesan yang terlalu bombastis dan berlebihan, karena hal ini nantinya akan dapat menjadi boomerang apabila pelayanan yang diberikan sekolah tak memadai...tak sesuai dengan iklan atau brosur yang pernah diterbitkan. Banyak sekolah yang menjual status bertaraf International dan program Bi-lingual tetapi ternyata dalam pelaksanaannya jauh dari kenyataan.

Demikian tips dasar pengelolaan komunikasi bagi institusi pendidikan. Apabila dijalankan setidaknya akan dapat meminimalkan konflik dengan pihak orang tua murid. Nantikan artikel kami selanjutnya yang akan membahas berbagai hal mengenai pemasaran bagi institusi pendidikan.

UKM dan Strategi STP

Saat ini masih ada anggapan bahwa strategi pemasaran modern hanya pantas dijalankan oleh usaha skala besar, sedangkan usaha kecil menengah (UKM) sebaiknya hanya menjalankan bisnis sekenanya saja. Dalam situasi persaingan yang semakin ketat, tentunya tingkat persaingan di usaha skala kecil menengah ini juga semakin kompetitif, untuk itu sudah saatnya agar strategi pemasaran ini dijalankan secara benar.

Sesungguhnya, sudah banyak pelaku bisnis UKM yang telah melaksanakan prinsip prinsip pemasaran modern dalam bisnisnya, meskipun mereka tidak menyadarinya. Misalnya saja Sop Kaki Kambing Sudi Mampir di bilangan Roxy atau Ayam Goreng Bulungan di kawasan Blok M, juga Roti Bakar Mas Edi di Blok S. Bisnis mereka itu dapat tetap bertahan selama puluhan tahun meskipun disekeliling mereka juga terdapat banyak pesaing yang menawarkan jajanan yang serupa. Apa yang dapat menyebabkan mereka dapat bertahan ? Yang pasti, mereka semua dapat memberikan rasa puas bagi konsumennya.

Dalam bisnis agar dapat tetap bertahan dan berkembang, tentunya mereka harus memiliki konsumen yang loyal yang secara rutin melakukan transaksi dengan mereka dan tetap terus berusaha untuk dapat mendapatkan konsumen/pelanggan baru.
Mengingat begitu beragamnya konsumen, pebisnis harus secara jeli mendefinisikan target yang tepat bagi usahanya. Dengan sumberdaya yang terbatas, sudah barang tentu, kita tak akan dapat memuaskan semua keinginan konsumen. Saat ini tak ada bisnis yang mampu memuaskan beragam konsumen dalam waktu yang bersamaan. Untuk itu prinsip pemasaran modern membantu pebisnis untuk dapat merancang bisnisnya secara tepat.

Dalam ilmu pemasaran dikenal adanya Segmentasi - Targeting - Positioning. Dengan melakukan hal ini, kita dapat dengan fokus untuk dapat memberikan yang terbaik bagi target konsumen kita.
Intinya menurut Philip Kottler, Segmentasi merupakan suatu strategi untuk memahami struktur pasar. Karena pada dasarnya pasar/konsumen terdiri dari kumpulan orang orang yang memiliki karakteristik yang sangat beragam. Proses pemilahan pasar/konsumen yang beragam kedalam kelompok kelompok tertentu merupakan proses segmentasi.
Sementara itu, Targeting merupakan proses untuk memilih kelompok pasar/konsumen mana yang akan kita layani. Sedangkan Positioning merupakan suatu strategi agar bagaimana konsumen dapat membedakan produk kita terhadap pesaing.

Dengan melakukan S-T-P ini, para usahawan UKM dapat secara fokus melayani segment tertentu dan dapat dengan lebih mudah memuaskan kebutuhan mereka, karena pada dasarnya setiap produk pasti akan memiliki konsumen masing masing. Tinggal seberapa besar pasar yang dapat kita raih.

Thursday, February 7, 2013

Pentingnya "Marketing" Dalam Perang Pemasaran


Dalam situasi persaingan bisnis yang semakin ketat seperti yang terjadi pada saat ini, tentunya sudah pasti, pihak pihak yang bersaing akan selalu berusaha untuk dapat memenangkan persaingan. Adakalanya persaingan bisnis ini diibaratkan sebagai medan perang. Kedua belah pihak akan saling berhadapan, mengerahkan segala sumber daya yang dimilikinya untuk memenangkan pertempuran. Bila dalam perang biasanya hanya ada dua pihak yang saling berhadapan, namun dalam persaingan bisnis saat ini, pemainnya sungguh banyak, mereka memperebutkan konsumen yang jumlahnya terbatas dan kinipun  semakin tidak loyal.

Misalnya saja dalam bisnis rumah makan, restoran siap saja seperi McDonalds, ia bukan saja berhadapan dengan KFC, Texas Fried Chicken  atau Burger King, tetapi mungkin saja juga berhadapan dengan Hoka Hoka Bento ataupun Pizza Hut. Mereka bersaing karena mereka berada dalam satu bisnis yang menawarkan pemenuhan kebutuhan terhadap makanan (modern) yang disajikan secara cepat. Namun apabila kita melihat mereka hanya dari sudut pandang bisnis rumah makan, maka bisa jadi pesaing/kompetitor mereka akan bertambah banyak. Sebut saja Ayam goreng Suharti atau Nasi Uduk Bang Jali juga akan menjadi pesaing mereka dalam upaya untuk memenuhi rasa lapar konsumen.


Semakin ketatnya persaingan, tentunya semakin memerlukan kiat kiat tertentu, agar kita dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Berapa banyak bisnis yang mati, begitu muncul pesaing pesaing baru. Namu demikian ada juga bisnis yang mampu bertahan hingga ratusan tahun.  Ada beberapa hal yang harus diperhatikan apabila kita berada dalam persaingan bisnis semacam ini.


Dalam Marketing atau Ilmu Pemasaran, disebutkan ada 4 faktor penting yang harus dikelola dengan baik agar produk/jasa kita dapat bertahan dalam persaingan. Ke 4 Faktor ini sering disebut sebagai 4P, yaitu
1. Product (Segala hal yang berkaitan dengan Produk/Jasa yang ditawarkan kepada konsumen...kita setidaknya harus mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan konsumen dan menunjukkan bahwa produk kita memiliki keunggulan terhadap kompetitor, dsb)
2. Price (Sesuaikan harga dengan target market kita)
3. Place (Distribusikan di tempat yang tepat/strategis)
4. Promotion (Lakukan promosi dengan tepat, sehingga konsumen mengenal)

Dengan memperhatikan faktor faktor tersbut, setidaknya kita akan selalu berorientasi pada pasar, kompetitor dan juga konsumen. Dengan semakin banyaknya pemain di suatu bidang, akan semakin banyak pilihan buat konsumen, dan tentunya hanya yang dipilih dan dicintai konsumenlah  yang dapat bertahan dan tumbuh.


Sudah saatnya kita mengelola bisnis dengan ilmu...mari kita gunakan ilmu pemasaran untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis kita !

Serbuan Made in Korea di Indonesia

Dalam beberapa tahun belakangan  semakin banyak brand dari Korea yang dapat ditemukan di pasar Indonesia. Sebagai negara Asia, nampaknya Korea juga tidak mau ketinggalan dibandingkan saudara yang lain yaitu Jepang dan Cina yang telah lama mengekspor barang barangnya ke seantero dunia. Beberapa tahun lalu mungkin banyak yang memicingkan mata terhadap produk Korea. Namun hanya  dalam beberapa tahun, Korea sanggup membuktikan bahwa mereka  sejajar dengan Jepang, AS dan juga negara negara eropa. Padahal di Era 70an, Korea masih dikenal sebagai negeri tempat OEM produk produk Jepang.

Perjalanan panjang sebuan produk Korea di Indonesia dimulai sejak dua puluhan tahun silam. Di tahun 90-an, kala itu beberapa barang elektronik Korea suadh masuk ke Indonesia. Kita mungkin masih ingat bagaimana rice cooker merek Cuckoo dan Yong - Ma dengan modelnya yang inovatif berhasil menjadi trend dan idaman para ibu rumah tangga. Kala itu saat rice cooker memiliki bentuk yang formal, cuckoo hadir dengan warna warna cerah dan stylish dan juga menawarkan fungsi warmer. Sebelumnya brand MIWON (bumbu penyedap rasa) sudah cukup dikenal luas di Indonesia.

Di akhir era ini pula dua perusahaan otomotif milik anak anak (mantan) presiden Soeharto memulai proyek mobil nasional (mobnas) dengan mengimpor mobil mobil Korea dan menjadikannya sebagai merek nasional. Kita tentunya masih ingat mobil Bimantara Cakra yang merupakan siluman dari merek Hyundai dan juga Timor yang sebenarnya merupakan produk KIA.

Teknologi Korea pada dasarnya merupakan teknologi unggulan. Di era 2000an, produk produk peralatan rumah tangga dengan merek Advance juga terlihat aktif menyambangi berbagai mall untuk melakukan pameran agar dikenal konsumen. Saat itu advance sudah menawarkan berbagai unit water purifier dengan teknologi Reverse Osmosis yang konon digunakan NASA dalam misi pesawat ulang alik. Meski merek ini tidak secara terang terangan menyebutkan produk Korea, namun bila kita lihat detil maka akan terlihat bahwa mereka merupakan barang import dari Korea.

Di bidang elektronik, LG dan Samsung mampu juga menjadi merek alternatif bagi dominasi merek Jepang. Perlahan lahan Kulkas, AC dan TV menjadadi alternatif bagi merek SONY, SHARP ataupun PANASONIC. Bahkan kini di beberapa mall di Jakarta, Samsung Smart TV - TV dengan kemampuan internet mampu menjadi pusat perhatian konsumen yang berkunjung ke gerai gerai elektronik tersebut.

Di kategori handphone, brand Samsung sebenarnya disaat itu juga sudah tampil dimuka dengan teknologi yang canggih . Namun sayangnya saat itu, Samsung dikenal sebagai HP mahal yang kurang peminatnya, sehingga nilai jual kembali akan sangat rendah. Tentu kita masih ingat HP Samsung tipe SGH yang mampu menjadi projector. Atau tipe lainnya yang memiliki kemampuan untuk dual band GSM dan CDMA. Kini tak lebih dari 10 tahun kemudian, merek Samsung bahkan mampu menjadi brand impian. Sebagai salah satu pendukung utama OS Android, nampaknya Samsung juga sangat didukung oleh Google. Di beberapa negara bahkan Samsung tampil sebagai penantang Iphone sang innovator. Di Indonesia sendiri, keperkasaan Samsung juga terlihat. Di gerai semacam Eraphone, Global Teleshop ataupun Sentraponsel, kita akan melihat bagaimana dominannya branding Samsung.
Di kategori tablet dan smartphone android premium, nampaknya brand ini menjadi market leader.

Di bidang budayapun, Korea juga tak mau ketinggalan dengan mengeksport budaya K-Pop. Artis artis korea merajalela, baik tampil di dunia maya ataupun di dunia nyata. Kita lihat bagaimana remaja Jakarta begitu tergila gila dengan lagu lagu korea dan bahklan dandanan ala artis Korea. Bahkan sudah banyak artis korea yang datang ke Jakarta dan tiketnya hampir selalu sold out meski dijual dengan harga tinggi. Lagu fenomenal Oppa Gangnam Style pun juga sempat menghebohkan dunia.
Film drama Korea juga sangat diminati oleh ibu ibu rumah tangga kita, baik yang ditayangkan via TV Terestrial ataupun TV Satelit.

Di bidang makanan, Es Krim Korea juga cukup menonjol, meski dijual di tempat tertentu, es krim ini cukup memiliki konsumen yang loyal. Nama yang cukup menonjol adalah Binggrae. Es kacang merah yang dinamakan bungeo ssamankho memang unik dan lezat. Demikian juga dengan Goldfish Ice cream. Saat inipun resto siap saji (QSR) Lotteria juga mulai melakukan ekspansi di beberapa kota di Indonesia. Resto yang menawarkan fried chicken dan burger ini nampaknya tak mau kalau untuk merasakan hiruk pikuk pasar QSR di Indonesia.

Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan adalah eksisnya Lotte Mart, sebuah gerai hypermarket yang di Indonesia menempati lahan eks Makro. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1984 ini, kini telah berkekspansi ke beberapa negara seperti China, India, Vietnam, Rusia dan Indonesia !

Di bidang kosmetik dan kecantikan, terdengar kabar bila salah satu perusahaan di bidang fashion Indonesia, akan mengimpor 2 brand top Korea untuk dipasarkan di Indonesia, yaitu Belif dan Nature Republik.

Yang jelas apa yang kami sebutkan diatas tak terjadi dalam semalam. Semua butuh proses, kerja keras dan kerjasama antara semua pihak. Pengusaha, masyarakat dan pemerintah Korea semua bahu bahu untuk menciptakan kejayaan negeri. Bagaimana dengan Indonesia ? Apakah kita mau untuk maju ? apakah kita juga mampu untuk mengikuti kesuksesan Bangsa Korea ? Kita tunggu saja dalam 10 tahun kedepan, semoga pemimpin bangsa Indonesia mampu mensinergikan segala potensi yang ada untuk kemajuan negeri.

Saturday, January 26, 2013

Merek dan Manfaatnya Dalam Pemasaran

Dalam kehidupan sehari hari kita saat ini, hampir selalu kita dikelilingi oleh berbagai merek (brand). Lihat saja, kita tidur diatas kasur bermerk. Saat kita bangun dan mandi pagi, kita gunakan sabun bermerk Lux ataupun Nuvo. Menggosok gigi dengan pasta gigi Pepsodent atau Enzim. Keramas dengan Shampoo Sunsilk atau Pantene. Baju yang kita kenakan juga memiliki merek Batik Keris atau Kenzo. Saat sarapan kita menikmati secangkir teh Sari Wangi atau kopi Nescae, sambil makan roti Sari Roti atau roti produksi rumahan bermerek Sally roti. Saat berpergian kita gunakan kendaraan entah motor Suzuki ataupun mobil Toyota Innova. Diperjalananpun kita juga melihat papan iklan dengen berbagai merek. Saat haus dijalan, tak lupa kita beli minuman Teh Botol ataupun merasakan segarnya Tekita. 

Mengapa hal ini dapat terjadi ? Karena saat ini hampir semua barang yang diproduksi oleh suatu produsen pasti memiliki merek. Bahkan barang barang komoditaspun seperti gula, beras, dan garam-pun, saat ini juga telah diberi merek. 

Apakah merek (brand) itu ? Menurut, Philip Kottler,seorang pakar ilmu pemasaran modern, Merek (brand) adalah sebuah nama, istilah , lambang, atau rancangan (atau kombinasi dari semuanya)yang dimaksudkan untuk menyatakan barang atau jasa dari suatu penjual dan untuk membedakan dari para pesaingnya. Biasanya merek yang kiota kenal berupa suatu logo beserta perangkat perangkatnya (yang berupa tulisan, warna, bentuk dsb)

Dalam pemasaran, merek memiliki kedudukan yang sangat penting. Dengan merek konsumen dapat membedakan antara suatu produk dengan produk lainnya. Biasanya konsumen akan membeli sesuatu yang telah mereka kenal sebelumnya. Merek yang terkenal akan cenderung untuk dipilih oleh konsumen, karena mereka merasa aman dengan sesuatu yang mereka kenal. Melalui merek, konsumen dapat dengan mudah dapat membedakan kesan kualitas antara suatu produk dengan produk lainnya. Selain itu, Merek yang kuat akan memberikan rasa percaya diri bagi konsumen dalam mengambil keputusan saat melakukan pembelian.

Sesungguhnya perang pemasaran merupakan perang antar merek ! Pengusaha menyadari bahwa merek merupakan aset perusahaan yang sangat bernilai. Bahkan mereka juga semakin sadar bahwa salah satu cara untuk menguasai pasar adalah dengan memiliki merek yang dominan di pasar.

Stephen King, seorang praktisi pemasaran dari Inggris menyatakan bahwa produk adalah sesuatu yang dibuat di pabrik, sedangkan merek adalah sesuatu yang dibeli konsumen. Produk bisa ditiru kompetitor sedangkan merek itu unik. Produk bisa dengan cepat ketinggalan zaman, sedangkan merek yang berhasil tak terhingga masanya.
Kutipan diatas nampaknya benar sekali. Coba kita lihat umur Coca Cola sudah lebih dari 100 tahun sejak pertama kali diluncurkan ke pasar. Sabun Ivory diluncurkan ke pasar tahun 1881. Di Indonesia sendiri banyak produk yang umurnya sudah lebih dari seperempat abad, misalnya Teh Botol Sosro, SuperMi, Sido Muncul, dsb. Mereka tetap eksis, meskipun banyak pemain lain yang memasuki kategori produk yang sama.
Di Indonesia sendiri banyak juga merek yang mati atau redup dari pasaran. misalnya saja Green Spot dan 7UP yang di era 70an sangat populer sebagai minuman ringan, sekarang akan sangat sulit untuk ditemukan. Contoh lainnya adalah Salam Mie ataupun mie selera rakyat di kategori mi instant. 

Nah agar merek dapat bertahan dan dapat beradaptasi dengan perubahan, merek harus dirawat dan memerlukan komitmen dari manajemen puncak. Membangun merek (brand building) bukanlah pekerjaan mudah dan tentunya juga memerlukan sumber daya memadai (baik berupa tim yang mengelola, strategi maupun anggaran promosi). Membangun dan memelihara brand juga memerlukan kesiapan untuk berpikiran jangka panjang dan mengesampingkan tujuan jangaka pendek. Karena ada kalanya aktifitas yang mengejar profit jangka pendek semata secara tidak langsung dapat menghancurkan strategi jangka panjang merek yang bersangkutan.

Untuk itu, jagalah merek anda. Rencanakan merek anda (brand plan) dengan sebaik baiknya, agar merek anda dapat menjadi pundi pundi uang anda secara berkesinambungan.
Kiat bagaimana membuat merek dan bagaimana membangun merek akan disampaikan dalam tulisan kolom berikutnya.